Renang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia
bebas
Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air. Berenang
biasanya dilakukan tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat
dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga.
Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di
air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air.
Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam
renang. Manusia juga berenang di sungai, danau, dan laut sebagai
bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh
dipakai sewaktu berenang.
Daftar isi |
Sejarah
Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah,
bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang
dari Zaman Batu telah ditemukan di "gua perenang" yang berdekatan
dengan Wadi Sora di Gilf Kebir,
Mesir
barat daya.[1]
Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di
antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab
Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain.[1]
Pada 1538,
Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman
menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog
mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über
die Schwimmkunst).[1]
Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah
dibangunnya kolam-kolam renang.[1]
Saat itu, sebagian besar peserta berenang dengan gaya
dada.[1]
Pada 1873,
John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen
dalam perlombaan renang di dunia Barat.[1]
Trudgen menirunya dari teknik renang gaya
bebas suku Indian di Amerika Selatan.[1]
Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya
punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade.[1]
Persatuan renang dunia, Federation Internationale de
Natation (FINA) dibentuk pada 1908.[1]
Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu
variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.[1]
Gaya renang
Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya
dada, gaya punggung, gaya
bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan
dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada,
dan gaya bebas.[2]
Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan
berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya
kupu-kupu.[2]
Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional
tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya
bebas.[2]
Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya
krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir
secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.[2]
Gaya bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap
ke permukaan air.[2]
Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan
dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara
bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah.[2]
Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah
menghadap ke permukaan air.[2]
Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke
luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke
samping.[2]
Sewaktu mengambil napas, perenang
bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan.[2]
Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang
yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.[2]
Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik
dasar tertentu.[2]
Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang
bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air.[2]
Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa digunakan oleh beberapa orang,
baik yang sudah terlatih maupun para pemula.[2]
Gaya dada
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang
rekreasi.[3]
Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu
yang lama.[3]
Gaya
dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap
ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu
dalam keadaan tetap.[3]
Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan
diluruskan di depan.[3]
Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar
badan maju lebih cepat ke depan.[3]
Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya
katak.[3]
Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu
kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.[3].
Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya
bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional,
perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.[3]
Gaya punggung
Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung
menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada
di atas air sehingga orang mudah mengambil napas.[3]
Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke
depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam
dengan menghitung jumlah gerakan.[3]
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan
kaki
serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di
permukaan air.
Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti
gerakan mengayuh. Mulut dan hidung
berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan
mulut atau hidung.[3]
Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya
bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok
start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam[3].
Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang
besi pegangan.[2]
Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah
telapak kaki bertumpu di dinding kolam.[3]
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal
sejak zaman kuno.[3]
Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung
merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas.[3]
Gaya kupu-kupu
Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya berenang
dengan posisi dada
menghadap ke permukaan air.[3]
Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan
digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan.[2]
Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke
atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba.[3]
Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung
sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika
kepala berada di luar air.[3]
Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan
merupakan gaya berenang paling baru.[3]
Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya
kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan
tangan dan kaki.[3]
Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari
perenang.[3]
Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan
secara bersamaan.[3]
Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari
perenang gaya bebas.[3]
Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak
dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga
yang lebih besar.[3]
Risiko
Terdapat berbagai risiko saat manusia berada di air, baik sengaja
maupun tidak sengaja. Kecelakaan di air dapat menyebabkan cedera
hingga kematian
akibat tenggelam.[4]
Oleh karena itu, sebelum memasuki air, perenang harus mencari tahu
kedalaman kolam renang, sungai,
atau laut
yang ingin direnangi.[4]
Berenang di sungai atau di laut bisa
sangat berbahaya bila terdapat arus deras atau ombak besar
secara tiba-tiba.[4]
Orang yang sedang dalam pengaruh alkohol
dan obat-obatan dilarang untuk
berenang.[5]
Kaca mata
renang dapat mencegah mata orang yang memakainya dari iritasi.[5]
Berenang di air kotor akan menyebabkan penyakit kulit dan iritasi mata.[5]
Di kolam renang, bakteri penyebab penyakit
dikendalikan dengan pemberian kaporit.[5]
Pergantian air
yang teratur akan meningkatkan kualitas air kolam yang
sehat.[5]
Perlengkapan
Berenang secara alami tidak membutuhkan perlengkapan atau pakaian
khusus. Manusia dapat berenang tanpa perlengkapan apapun dalam kondisi
apapun. Berenang yang ditujukan untuk rekreasi dan olahraga terkadang
membutuhkan pakaian dan perlengkapan khusus untuk membantu memudahkan
bergerak di air.[5]
Pakaian yang digunakan untuk berenang dirancang untuk memudahkan
manusia bergerak di air. Pakaian renang biasanya terbuat dari bahan karet yang
mengikuti bentuk tubuh untuk menghindari masuknya udara ke
dalam pakaian.
Pakaian renang juga dirancang untuk mempercepat pergerakan manusia
di air, rancangan seperti ini ditujukan bagi kegiatan berenang untuk
kompetisi.[5]
Selain pakaian yang dirancang khusus, dalam berenang terkadang
membutuhkan perlengkapan khusus seperti kaca mata
renang, ban renang,
penutup telinga dan hidung, penutup kepala.[5]
Secara umum perlengkapan renang tersebut ditujukan untuk memudahkan
berenang dan menghindari risiko yang timbul akibat berenang.[5]
Referensi
| Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Berenang |
- ^ a b c d e f g h i j Falcon.2007. Sejarah Renang Dunia.
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o (Inggris) Berbagai gaya berenang, sekitar 150 gaya renang
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x (Inggris) Video belajar berenang dari BBC: gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, gaya kupu-kupu
- ^ a b c (Inggris) Cara mencegah tenggelam dan keselamatan di air dari Rumah Sakit Anak-Anak Seattle dan Washington State Drowning Prevention Network.
- ^ a b c d e f g h i (Inggris) Cedera dan penyakit akibat berenang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar